Game online adalah permainan yang biasanya dimainkan melalui jaringan internet dan sejenisnya,
selalu menggunakan teknologi terkini seperti modem dan koneksi kabel.
Bahaya Game Online Bagi Pelajar
1. Mood Changer
Biasanya ketika kita sedang memainkan
game online dan ternyata kalah maka akan ada reaksi tertentu seperti menggebrak
tangan ke meja, memarahi teman, berkata – kata kotor dan lain sebagainya.
Inilah yang dimaksud mood changer, yaitu kondisi dimana mood seseorang mampu
berubah – ubah dikarenakan adanya suatu kondisi. Mood changer akan berdampak
negatif apabila tidak dapat dikendalikan. Bahkan lebih parahnya ada yang hingga
membanting gawai, memarahi keluarga yang mengganggu aktifitas gamenya, dan
mengumpat karena kalah permainan. Mood changer dikhawatirkan akan berdampak
pada kekerasan fisik maupun verbal seseorang dan meningkatkan agresifitas
seperti mudah marah dan emosi.
2. Kecanduan Game (Digital Heroin)
Game online dapat dikatakan positif
apabila tidak sampai pada tahap kecanduan. Game online dapat dijadikan pelarian
atas lelahnya kegiatan sehari – hari namun dengan takaran tertentu. Dikatakan
tidak sehat apabila seseorang mengalami kecanduan game dimana seseorang
tersebut tidak dapat mengendalikan dirinya kapan bermain game dan harus
berhenti. Umumnya remaja saat ini melakukan game online diberbagai kesempatan
bahkan ketika mereka belajar. Efeknya, banyak waktu terbuang sia – sia akibat
game online. Game online memberi efek candu, seseorang sudah mengetahui dampak
negatifnya tapi karena kecanduan maka akan tetap melakukannya. Terlebih otak
orang – orang yang kecanduan game akan selalu berfikir tentang game setiap saat
dan mengurangi fokus pada apa yang dihadapi dan dilakukan.
3. Boros
Game online tentu saja membutuhkan
koneksi internet atau kuota. Ketika game online ini menjadi suatu kebutuhan
atau bahkan siklus setiap harinya, maka seseorang harus mengeluarkan uang untuk
membeli kuota dan bermain game online. Hal ini diperparah apabila orang
tersebut belum berpenghasilan atau bergantung kepada orang tuanya. Oleh
karenanya sebagai seorang pelajar harus bijak dalam memanfaatkan game online
sebagai media refreshing.
4. Otak Depan Tidak Berkembang
Terdapat penelitian yang dilakukan
Ryuta menjelaskan bahwa kinerja otak anak yang sering bermain game memiliki
kecenderungan otak depan tidak berkembang. Disisi lain anak yang lebih banyak
belajar aritmatika akan lebih berkembang otak depannya. Hal ini sejalan dengan
kenyataan bahwa sebagian besar anak yang sering bermain game akan malas
berfikir dan cenderung susah untuk fokus pada pelajaran. Hal ini berdampak
besar pada penurunan konsentrasi belajar yang berimbas pada prestasi akademik
siswa.
5. Insomnia
Terlalu banyak menatap layar komputer
maupun handphone akan menyebabkan kurangnya produksi hormon melatonin yang
sebenarnya sangat baik bagi kesehatan. Akibat yang ditimbulkan adalah insomnia
bagi para gamer yang berakibat pada akademik siswa dimana mereka mengalami
kesulitan fokus karena kurang tidur ketika sekolah di pagi hari.
6. Terpapar Radiasi, Kerusakan Mata
dan Gangguan Pendengaran
Memainkan game online pada jangka
panjang selama berjam – jam atau setiap hari akan menimbulkan efek pada
kesehatan yaitu radiasi handphone maupun laptop dan kerusakan mata. Radiasi
pada hp maupun laptop dapat menyebabkan kangker dan menurunnya kualitas tidur.
Terlalu banyak bermain game menyebabkan mata akan mudah letih dan semakin lama
akan berakibat pada cacat mata yakni rabun dekat yang disertai sakit kepala.
Disisi lain kegiatan game yang disertai volume suara yang keras atau penggunaan
headset yang melebihi batas suara akan menyebabkan gangguan pendengaran.
7. Munculnya Rasa Malas dan
Berkurangnya Aktifitas Fisik
Sudah menjadi fakta bahwa fisik remaja
saat ini dibanding 10 atau 20 tahun yang lalu sangat berbeda. Dengan adanya
berbagai hal yang dipermudah oleh teknologi berdampak pada kekuatan fisik
seseorang. Dengan adanya game online akan mengurangi kegiatan fisik seperti
masa sebelumnya permainan sepakbola, voli, dan sebagainya.
8. Tidak Peduli dengan Sekitar dan
Anti Sosial (Introvert)
Kini sudah menjadi hal yang biasa
ketika kumpul bareng masing – masing orang akan sibuk dengan handphone masing –
masing. Inilah dampak dari penggunaan handphone apabila tidak paham dimana
harus menggunakan dan tidak. Terlebih ketika sedang asik bermain game online
maka akan mengabaikan lingkungan dan berdampak pada anti sosial.
Bagaimana Mencegahnya Kecanduan Game Online?
·
Batasi waktu bermain (WHO menyarankan
bermain game tidak lebih dari 2 jam)
·
Pilih jenis game sesuai usia
·
Meningkatkan iman dan takwa
·
Membiasakan bermain permainan
tradisional bersifat fisik seperti berolahraga
·
Ketika sedang berkumpul dengan teman
dan keluarga usahakan untuk menyimpan hp dan mengurangi penggunaannya selagi
tidak penting
Komentar
Posting Komentar